Combustion Engine 2017

Apa itu COMBUTION ENGINE?

Untuk siapa COMBUTION ENGINE?

Ya, mungkin beberapa dari kita bahkan seluruh Warga Marine Engineering tidak asing dengan istilah Combution Engine atau yang biasa kita sebut CE.

COMBUTION ENGINE adalah suatu kegiatan dimana kegiatan ini dikonsepkan seperti kegiatan Upgrading yang ditujukan kepada MAHASISWA BARU 2017 yang dikemas dalam bentuk kaderisasi atau yang biasa kita sebut OsJur (Ospek Jurusan).

Combution Engine sendiri memiliki arti yaitu motor bakar. Yang maksudnya adalah didalam motor bakar itu sendiri terdapat dua jenis pembakaran, yaitu pembakaran luar dan pembakaran dalam. Berikut ini makna dari dua jenis pembakaran yang diterapkan dalam kegiata Combution Engine :

  • Pembakaran luar, memiliki makna sebagai wadah unduk mengupgrade hardskill yang harus dimiliki oleh Mahasiswa Baru Marine Engineering. Dimana didalam pengembangan hardskill tersebut sangatlah berpengaruh didalam dunia perkuliahan maupun didalam dunia kerja kelak. Contoh dari kegiatan yang diselenggarakan untyk meningkatkan hardskill seperti pelatihan AutoCad, pelatihan Pipe Flow Expert, pembuatan proposal, dll.
  • Pembakaran dalam, memiliki makna sebagai wadah untuk mengupgrade softskill yang dimiliki oleh Mahasiswa Baru Marine Engineering Contoh dari pengembangan softskill tersebut adalah membantu mahasiswa baru dapat berani berbicara didepan umum, lobbying, dll.

Tujuan utama dari Combution Engine itu sendiri adalah untuk mengupgrade para Mahasiswa Baru yang sedang didalam masa transisi dari seorang siswa menjadi seorang mahasiswa dengan cara menumbuhkan dan menanamkan TRI DARMA PERGURUAN TINGGI serta 3 Pilar ME didalam jiwa mahasiswa baru. Serta menumbuhkan rasa SOLIDARITAS didalam diri mahasiswa baru, karena kita sebagai mahasiswa mesin sendiri memiliki jargon SOLIDARITY MACHINE FOREVER.

Karena proses dari suatu pembangunan dimulai dari suatu pondasi, dan suatu pondasi yang kuat akan menghasilkan suatu bangunan yang kuat pula, sama sepertinya suatu PRODI dimana suatu PRODI akan semakin kuat dan hebat karena didukung oleh pondasi-pondasi (Mahasiswa Baru) yang memiliki rasa cinta kepada PRODI-nya sendiri.

 

ME Mengajar Berakhir Penuh dengan Bahagia

 

            Surabaya, setiap proses pembelajaran harus diawali oleh visi dan misi. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan pedoman bagi Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Karena setiap Perguruan Tinggi haruslah melahirkan orang-orang yang memiliki semangat juang yang tinggi, dan diri yang diselimuti pemikiran-pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri, dan inovatif.

            Salah satu pilar yang menopang Tri Dharma Perguruan Tinggi ini yaitu “Pengabdian Terhadap Masyarakat”. Mahasiswa di sini berperan sebagai penghubung yang terdekat dengan masyarakat. Selain di kampus, mahasiswa juga dituntut mampu berkontribusi secara nyata. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Teknik Permesinan Kapal untuk berkontribusi penuh kepada pelajar sekolah dasar untuk berbagi pengalaman, belajar, dan bermain bersama.

            1 minggu pembukaan, 4 minggu kegiatan, dan 1 minggu penutupan ME Mengajar bukanlah waktu yang sebentar, dan telah membentuk sebuah ikatan persaudaraan di antara Mahasiswa Marine Engineering dan siswa – siswi MI AL-Fahmi khususnya kelas 3 dan 4. Sambutan ramah, dan rona ceria mereka setiap kali Mahasiswa Marine Engineering datang, menggugah semangat dan kebahagiaan yang tak terdeskripsikan. Tentu saja ini juga berkat dukungan semua dewan guru dan kepla sekolah MI Al-Fahmi. Bahkan ada satu ketika saat anggota yang datang hanya sedikit, mereka dengan terang menyatakan kesedihannya.

            Setiap individu punya ceritanya masing-masing. Mungkin ini menjadi salah satu alasan rasa lelah hanya hinggap sementara, bahkan ketika tingkah jail mereka mebuat kami geram, tak pernah sekalipun ada penyesalan. Dan hal ini pula yang meninggalkan sedikit duka setelah acara penutupan padan Sabtu 13 Mei 2017 kemarin.

            Namun, bagi kalian yang menginginkan kesempatan bertemu dengan siswa-siswi hebat MI Al-Fahmi, jangn berkecil hati. Pada bulan puasa nanti, kami, Himpunan Mahasiswa Marine Engineering bersama MI Al-Fahmi akan mengadakan buka puasa bersama. Ingin tahu bagaimana keseruannya? Kalian dapat mengikuti “open volunteer” yang akan segera diadakan dan membantu kami membahagiakan generasi hebat penerus Bangsa Indonesia. Dan juga jangan lupa, pada akhir minggu ini akan didakan Program Hibah Bina Desa di Pauruan Jawa Timur, mari berkontribusi dan mulai peduli kepada masyarakat sekitar. (je/b5/me)

Nama ME Dibawa Menuju LKTI Mahasiswa Tingkat Nasional

 

            Surabaya, baru saja selesai diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam bidang Innovation of Animal Science Competition. Acara yang digelar oleh Fakultas Peternakan Brawijaya Malang ini melaksanakan finalnya pada 12-13 Mei kemarin.

            Salah satu mahasiswa Marine Engineering yang tertarik berpartisipasi pada acara ini yaitu Ayu Rossa Agustin Nursavy, yang dimana ia tidak sendirian namun ditemani dengan Ega Sepfriansyah Avianto dan Egi Sepfriansyah Avianto dari program studi Teknik Perpipaan. Mereka bertigalah yang membawa nama PPNS di ajang tingkat nasional ini. Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan abstrak mengenai inovasi yang tim mereka miliki. Setelah proses yang cukup panjang, tim PPNS mampu menembus daftar finalis dan tepat setelah pengumuman, tim PPNS mulai melakukan proses pembuatan alat dalam skala kecil.

            Seperti apa alatnya? Bagaimana Sistemnya? Sebelumnya kita perlu tahu terlebih dulu, karena acara ini dibentuk oleh mahasiswa dari Fakultas Peternakan, maka KTI pun harus berhubungan dengan peternakan. Namun hal tersebut tak menghentikan mereka berkarya dan berinovasi. Dan yang mereka lakukan adalah mencari cara bagaimana dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari jurusan Teknik Permesinan kapal untuk masyarakat di bidang peternakan.

            “OLPI” yaitu Olah Limbah Pintar Bagi Peternak Ayam, judul karya tulis yang membawa mereka menenteng gelar Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam bidang Innovation of Animal Science Competition. OLPI sendiri merupakan sebuah upaya pemanfaatan limbah sebagai program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam penyediaan suhu hangat bagi peternakan ayam. CSR atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan merupakan peraturan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan salah satu caranya yaitu menjaga lingkungan.

            Ayu, Ega, dan Egi menjadikan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai sasarannya. Limbah PLTU memiliki suhu sebesar 40 derajat celcius, dan tentu saja pembuangan langsung ke badan atau muka sungai dilarang oleh pemerintah. Namun dengan teknologi yang tim mereka kembangkan limbah tersebut akan dialirkan ke dalam OLPI dimana di dalamnya telah terdapat pipa-pipa yang dialiri suhu ruangan menggunakan blower atau fan, suhu ruangan inilah yang akan menyebabkan pertukaran panas dengan limbah PLTU dan keluaran yang dihasilkan merupakan udara suhu hangat yang akan dialih fungsikan sebgai media pengeraman telur ayam, dan juga limbah tersebut karena telah diturunkan suhunya, membuatnya berada pada zona aman untuk dibuang langsung ke sungai.

            Dan inilah pesan-pesan dari Tim PPNS

  • Ayu Rossa Agustin Nursavy : Terus berusaha dan mencoba hal-hal yang baru, selama itu baik dan membanggakan, kenapa tidak? Maju dan banggakan almamater kita.
  • Egi Sepfriansyah Avianto : Terus semangat, selalu antusias karena kita harus malu melihat sebagian orang yang memiliki kondisi kurang sempurna namun lebih semangat dan lebih bermakna dari kita
  • Ega Sepfriansyah Avianto : Punyalah niat tulus selalu untuk memajukan teknologi bangsa, Insha Allah akan ada balasannya. (je/b6/me)

Talkshow Entrepreneurship 2017

Surabaya, kata entrepreneur merupakan suatu istilah yang merujuk pada wirausaha, wiraswasta, atau usaha mandiri. Seorang wirausahawan merupakan seseorang yang mampu menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan kondisi ketidakpastian demi mencapai keuntungan yang diharapkan. Mereka memaksimalkan peluang yang berada di sekitar mereka untuk dijadikan sebagai sumber daya yang diperlukan dalam proses kewirausahaan yang sedang dijalankan.

Tidak semua orang dilahirkan dengan jiwa entrepreneur, begitu juga dengan lingkungan mahasiswa. Faktor pembelajaran berupa pendidikan dan pelatihan dapat membentuk jiwa entrepreneurship sebagai bagian dari strategi dalam menggapai kesuksesan dalam berkarir. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Teknik Permesinan Kapal bermaksud menumbuhkan jiwa entrepreneur  bagi mahasiswa Teknik Permesinan Kapal dengan mengadakan Talkshow Entrepreneurship 2017.

Talkshow Entrepreneurship diselenggarakan pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 di Gedung Dirktorat lantai 4 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Acara ini terbuka untuk seluruh keluarga mahasiswa PPNS khusunya program studi Marine Engineering. Dengan mendatangkan pembicara dari alumni Marine Engineering sendiri yaitu Muhammad Prasojo Mukti, Direktur dan Founder PT. Java Krya Indonesia dan Moh. Rachman Firdaus, Owner Rbox Rachmanstore. Beliau-beliau ini memberikan kiat-kiat serta motivasi kepada para peserta untuk tidak takut terjun ke dunia wirausaha. Karena dengan wirausaha selain menjadi lapangan kerja untuk diri sendiri, kita juga dapat membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Acara yang berjalan selama 6 jam ini tidak hanya berisi tentang Talkshow, namun juga mempersembahkan pembagian beasiswa oleh Marine Engineering Foundation kepada mahasiswa-mahasiswa aktif ME yang dirasa memenuhi persyaratan dari Marine Engineering Foundation. Selain itu, panitia acara Talkshow Entrepreneurship 2017 juga menyediakan doorprize dengan hadiah utama berupa Iphone yang dipersembahkan oleh salah satu pembicara yaitu Moh. Rachman Firdaus. Dan seperti acara Marine Engineering lainnya, acara ini ditutup dengan lagu kemesraan. (je/b4/me)

Sedikit Cerita Delegasi PPNS setelah Ikuti International Conference UNEOS

                      Surabaya, pada tanggal 29 Januari – 1 Februari 2017 lalu telah berlangsung International Conference, UNEOS Malaysia 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. UNEOS sendiri merupakan kependekan dari Universal Networking Empowerment Organization Program, merupakan forum pelajar se-ASEAN yang berperan sebagai komunikasi lintas budaya, penguatan relasi dan kemampuan ekspresif serta orientasi tentang perbedaan ekonomi di negara lain.

UNEOS Malaysia 2017 membuka pendaftaran partisipan secara online melalui website www.uneos.org dan salah satu peminat program ini yaitu Farhan Mahdy Ramadhan merupakan mahasiswa Teknik Permesinan Kapal dari Politeknik Perkapalan Negeri  Surabaya. Ia mendaftar secara online dan mengumpulkan essay berbahasa inggris dengan topik pembahasan tentang ASEAN. Kemudian seleksi dilangsungkan dan diumumkan lulus setelah seminggu pengumpulan.

“Mengenai akomodasi telah ditanggung oleh panitia penyelenggara seluruhnya, karena mobilitas peserta ada untuk field trip dan market analisis” jelas Farhan. Ia juga menyampaikan ilmu yang didapatkan dari program ini cukup banyak terutama mengenai ASEAN, pengembangan sektor ekonomi di ASEAN, tujuan dari AEC, dan pengembangan ekonomi Malaysia.

Kesan dan pesan Farhan Mahdy Ramadhan setelah mengikuti International Conference, UNEOS Malaysia 2017  yakni “Sebagai mahasiswa Indonesia kita harus beranjak dari ketertinggalan kita. Saya percaya bahwa kebijakan pemerintah tidak akan berjalan tanpa adanya roda yang memutar, yakni pemudanya. Terus berkarya dan haus akan pengalaman dan ilmu pengetahuan. Selain itu untuk mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya terutama Teknik Permesinan Kapal jangan minder, kita bisa mengembangkan sayap dan menjejakkan kaki kita di ranah internasional. Karena kita memiliki ciri yang unik, terdepan dari yang sama adalah simbol kita agar terus mengembangkan diri untuk almamater dan untuk bangsa”. (je/b2/me)